This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tampilkan postingan dengan label STIE Hidayatullah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label STIE Hidayatullah. Tampilkan semua postingan

Rabu, 11 Desember 2013

Aksi Solidaritas BEM STIE

Ratusan Mahasiswa yang tergabung dalam BEM (badan eksekutif mahasiswa) Depok menggelar unjuk rasa di depan Kantor Pemerintah Kota Depok, Jalan Margonda raya, Senin (09/12/2013), sekitar pukul 13.30 WIB siang.

Mereka menyatakan aksi tersebut sebagai solidaritas hari berkabungnya kota Depok. Hal tersebut atas keprihatinannya terhadap laju penularan HIV/AIDS di dunia, termasuk Menolak Kondomisasi di Indonesia.

Dalam aksi tersebut, BEM STIE menuntut pemerintah menghentikan langkah-langkah penanggulangan AIDS yang bertentangan dengan syariah Islam. Misalnya, kondomisasi. Selain itu, mereka juga mendesak RUU polwan berjilbab serta memperingati hari anti Kopupsi. 

Makanya, kami memanfaatkan momen tersebut untuk turun ke jalan, mengingatkan masyarakat dan pemerintah akan bahayanya HIV/AIDS. Dari tahun ke tahun, jumlah penderita HIV/AIDS terus meningkat, sama halnya dengan di Indonesia,” kata Ketua BEM STIE, Sodikin, disela aksi,

Menurut Sodikin, dipilihnya Balaikota Depok sebagai pusat aksi, lantaran tempat tersebut merupakan pusat pemerintahan di Kota Depok. Sebelumnya, kata dia, mereka juga melakukan aksi long march di Jalan Margonda Raya komplek Pesona khayangan hingga Polres dan pemerintah Kota Depok. Aksi tersebut sempat membuat arus lalu lintas di Jalan Margonda, macet. Sepanjang aksi, selain menyerukan mengenai bahaya HIV/AIDS, mereka juga membawa poster dan spanduk yang isinya berkisar mengenai bahaya virus HIV/AIDS. Salah satu poster bertuliskan,”Awas Virus AIDS Menyerang Generasi Kita.”

Di antara massa  yang ikut beraksi adalah dari berbagai perguruan tinggi yang berada di kota depok. Demo tersebut mengakhiriaksinya berlangsung tertib.

Jumat, 19 April 2013

Wakil Walikota Kukuhkan Pengurus SAR Hidayatullah

Bertempat diruang kerjanya, di lantai 2 Balaikota Depok, Wakil Walikota H. M Idris Abdul Shomad mengukuhkan 11 pengurus SAR Hidayatullah Kota Depok. Turut hadir dalam pengukuhan,  Asisten Ekbangsos Kota Depok, Kadisnakersos, BLH, Kabag Sosial, DKP, BMSDA, dan Ketua SAR Hidayatullah beserta jajarannya.

Ketua SAR Hidayatullah Suheri Abdullah menginformasikan bahwa kesebelas pengurus tersebut sebelumnya telah mengikuti pelatihan di Bogor dan merupakan mahasiswa STIE Hidayatullah. “Pengukuhan ini sebagai sebuah bukti bahwa Kota Depok memiliki potensi dan kekuatan SDM yang bisa diandalkan saat bencana terjadi, karena meraka telah mengikuti pelatihan dan dinyatakan lulus sebagai pengurus SAR Kota Depok periode 2013.

Semoga keberadaannya kami bisa bermanfaat bagi Kota Depok” ujar Suheri. Wakil Walikota mengucapkan selamat kepada para pengurus yang baru saja dikukuhkan. “Semoga pengukuhan ini bisa meringankan dan membantu mengatasi bencana-bencana yang terjadi, tidak hanya sebatas di Kota Depok saja tetapi juga nasional” harap Wakil Walikota yang secara simbolis memakaikan syal kepada 3 orang perwakilan pengurus yang dikukuhkan.

Kamis, 22 Maret 2012

Aksi Simpatik Mahasiswa STIE

Hidayatullah Depok
Ratusan Mahasiswa STIE melalui Gerakan Beli Indonesia' melakukan aksi simpatik di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis (01/03). Gerakan Beli Indonesia tersebut merupakan gerakan sosialisasi kepada masyarakat untuk tetap berjualan dan membeli produk hasil karya bangsa sendiri agar perekonomian tetap dikuasai dan persaudaraan tetap terjalin sesama bangsa Indonesia. 

Momen yang diambil bertepatan dengan peringatan Hari Serangan Umum 1 Maret. Para pemuda-pemudi aksi ini melibatkan semua pihak, mulai dari pengusaha, mahasiswa, pelajar, pegawai, buruh dan semua lapisan masyarakat. "Indonesia itu tidak bisa kita bangun sendiri. Karena bangunan Indonesia tersusun dari banyak aspek, mulai dari suku, agama, ras, golongan, budaya dan lain-lain.

Munculnya semangat Serangan Umum 1 Maret itu di Tanah Abang menurut Korlapnya Sodik menyusul maraknya produk luar negeri masuk ke Indonesia umumnya. Kemudian ingin mengembalikan sentimen semangat Merah Putih dan pola fikir rakyat Indonesia agar lebih bangga membeli produk Indonesia, mengutamakan membeli produk asli Indonesia.

Pasar tanah abang sebagai pasar terbesar di Asia Tengara sudah banyak masuk produk asing dan ini seperti tak terbendung. Kurangnya pengawasan dan marak aksi penyeludupan akan mematikan ekonomi lokal. Untuk itu gerakan beli Indonesia mengajak masyarakat agar mencintai produk Indonesia, membeli produk Indonesia walaupun mutunya kurang baik, tapi itu sangat berarti dan membantu produsen indonesia untuk tumbuh berkembang.

Seperti yang telah diajarkan oleh Panglima Sudirman dan kawan-kawan, Beli Indonesia akan melakukan aksi serupa yang disebut dengan Serangan Umum Beli Indonesia 1 Maret 2012. "Ini adalah sebuah aksi edukasi kepada masyarakat kita apa yang harus dilakukan untuk membela negeri yang telah dikuasai asing saat ini," kata Ahmad Nur Sodik, Koordinasi Aksi. Menurut Sodik, aksi ini dilakukan dengan cara turun ke pasar-pasar atau sentra keramaian menemui pembeli dan penjual dan menjelaskan tentang pentingnya membela produk negeri sendiri. Dilakukan serentak di 7 kota di Jawa dan Sumatera; Jakarta, Surabaya, Jogjakarta, Bandung, Pekanbaru, dan Pekalongan. 

Beberapa kota lain juga melakukan aksi yang sama. "Membela produk sendiri itu bermakna juga membela saudara sendiri, karena dengan begitu saudara kita memiliki penghasilan dan menghidupi karyawan yang bekerja membuat produk itu," jelas Sodik. Lebih dari itu, lanjut Sodik kita menumbuhkan ekonomi negeri sendiri dengan memulai dari membangun kehidupan ekonomi rakyatnya.

Aksi ini akan kita lakukan bersama-sama sebagaimana pendahulu kita dulu membangunnya," tegas Sodik. Ketika ditanya apakah gerakan ini akan berhasil, Sodik berkata, "Tidak ada yang lain di dalam hati ini kecuali keyakinan bahwa ini akan berhasil. Pak Dirman dulu juga tidak tahu bagaimana hasil dari serangan umum yang mereka lakukan, tetapi mereka terus dan tetap berjuang. Karena perjuangan itulah yang akan mengantarkan hasil," kata Sodik dengan penuh keyakinan. Indonesia saat ini, kata Sodik membutuhkan banyak pejuang. Siapa pejuang itu? "Temuilah mereka dalam jiwa-jiwa orang-orang seperti Soekarno, Hatta, KH. Ahmad Dahlan, KH, Hasyim Asyarie, Sudirman, Natsir, Agus Salim, AA. Maramis dan lain-lain yang mereka itu lebih banyak memikirkan negara, bangsa dan orang lain daripada memikirkan dirinya sendiri," Sodik mengakhiri. Mohammad Khomaini

Kamis, 02 Februari 2012

BEM STIE Tawarkan Pendidikan Karakter


BEM (badan exsekutif mahasiswa) STIE Hidayatullah depok didukung yayasan Pondok Pesantern Hidayatullah Depok dan PT. Telkomsel menggelar kegiatan seminar pendidikan nasional.
Yang mengusung materi Optimalisasi Perab Guru dan Orang tua Mewujudkan Pendidikan Berbasis Karakter, (22/01/2012). Kegiatan yang dilaksanakan mulai pukul 08.00 – 15.00 WIB ini bertempat di Auditorium Gedung Gema Insan Cita.

Panitia menghadirkan pemateri Muhammad Fauzil Adhim, Psikolok, Konsultan Pendidikan, Penulis Buku Best Seller “ Positeve Parenting dan juga penulis tetap kolom parenting majalah Hidayatulah. Keberhasilan Pendidikan bukan dinilai dari banyaknya piala yang diperoleh Sekolah, bukan juga dari nilai terbaiknya UN. demikian penyampaian awal sesi seminar.

 
Seminar yang dihadiri ratusan peserta guru yang ada di Kota Depok  mayoritas perempuan ini dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Depok  Bapak Nurdin mewakili Walikota Depok yang berhalangan hadir. 
Ayah dari tujuh Anak ini  mengajak kepada peserta seminar untuk menerapkan pendidikan berbasis karakter harus dimulai dari personal, karena karakter bukanlah serangkaian prilaku yang baik atau yang buruk. buka  juga berbagai kebiasaan yang mulia atau hina. karakter merupakan kualitas personal yang darinya memunculkan berbagai prilaku positif (bagi karakter positif) atau prilaku buruk sebagai cerminan karakter buruk.” Tandasnya, dengan semangatnya menatap peserta

“Materi yang disuguhkan sangat aplikatif. Berharap diwaktu lain kegiatan serupa dapat dilaksanakan kembali, dan juga kami memberi apresiasi yang tinggi terhadap dedikasi panitia untuk terselenggaranya acara ini,” ujar Aminah, salah seorang peserta.


Kegiatan digelar dalam rangka turut mensosialisaikan metode dan model pendidikan Hidayatullah yakni Pendidikan Berbasis Tauhid, serta merubah mainset dan paradima berfikir para guru. terbentuknya karakter pada diri peserta didik membutuhkan proses dan pegorbanan. karena profesi seorang guru sangat mulia bila diniatkan karena Allah.
 

“Seorang pendidik baik dilingkungan sekolah maupun keluarga memiliki amanah yang berat dan tanggungjawab yang besar agar peserta didik dan anak menjadi lebih baik serta terbangunnya karakter positif yang kuat. Untuk tercapainya harapan ini dibutuhkan wawasan dan kreatifitas dalam menunjang hal tersebut, seminar ini diharapkan dapat menjawab dan memberi solusi,” demikian seorang ketua panitia Mazlis dalam sambutanya.


Alhamdulillah, acara berjalan sesuai yang di harapkan, ini berkat dukungan semua rekan-rekan amanah di lingkup BEM STIE Hidayatullah Depok dan khususnya Pemerintah Kota Depok. ** Mohammad Khomaini

Kepala Kantor
YPPH Depok 

Selasa, 26 Juli 2011

Wisuda dan Penugasan Da’i Sarjana STIE Hidayatullah Angkatan V Siap Membangun Negeri

Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Hidayatullah Depok, sebagai perguruan tinggi yang telah mendapatkan SK Mendiknas No. O6/D/2009 untuk medidik kader reguler Strata 1 (S1). Perguruan tinggi yang menerapkan ”Konsep Pendidikan Integral  Berbasis Tauhid”.  Konsep pendidikan ini bertujuan  mengembangkan dan mengoptimalkan potensi spritual, intelektual dan profesionalisme kerja secara terpadu dan berkelanjutan. Ditargetkan sarjana yang dilahirkan adalah kader islam yang memiliki kepribadian islami, memilik ilmu yang tinggi, berakhlakul karimah dan ulet dalam bekerja sehingga mampu memenangkan persaingan di era global.

Manhaj Sistematika Nuzulnya Wahyu (SNW) menjadi filosofi berfikir Islamiah, ilmiah dan Alamiah yang  paling utama ditranformasikan pada mahasiswa. Sehingga Kuliah Kerja Nyata (KKN) angkatan kelima ini mendapat amanah dari akademik untuk memakmurkan Masjid di 11 kecamatan Se-Kota Depok sebanyak 21 Masjid dengan dasar pemikiran Al-Qur’an surat At-atubah ayat 18. ”Hanya yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, serta tetap mendirikan shalat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapapun) selain kepada Allah, maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk”. Melalui program pemberantasan buta huruf Al-Qur’an dengan mendirikan TPA (taman pendidikan al-quran), majelis taklim metode Gand MBA, pembinaan remaja, khotib, imam. Sedangkan pemberdayaan ekonomi masyarakat  melalui BMT (Batul maal wat tanwil/lembaga keuangan mikro syariah) bagi Masjid yang sudah punya BMT. 
Hal ini merupakan terobosan baru yang di pelopori STIE Hidayatullah Depok yang hampir belum ada universitas atau perguruan tinggi di Jakarta  yang melakukan praktek kerja lapangan berbasis Masjid.Kegiatan tersebut dimulai pada Oktober tahun lalu hinga delapan bulan. Setelah silaturahim pada masyarakat sekitar dan melakukan program keumatan tersebut, bahkan sampai Ketua (dewan kemakmuran maasjid) DKM Al-khoiryah di Jl. Adi Karya Depok menemui langsung ketua harian STIE Ir. H. Abu A’la Abdullah, M.Hi meminta mahasiswa tersebut untuk tetap tugas di Masjid yang beliau pimpin dengan harapan Masjid berfungsi sebagai central kegiatan ibadah karena sebelumnya masjid tersebut masih relatif sepi baik shalat jamaah, taklim maupun kegiatan TPAnya. 
Hal ini di sampaikan Rektor STIE Dr. Abdul Mannan, MM Sabtu 23/7/2011 pada wisuda angkatan ke lima ”Sarjana membangun Bangsa Demi Tegaknya Peradaban Islam” di gedung baru STIE Hidayatullah yang masih dalam tahap pembangunan  yang berlokasi di Jl. Raya Kalimulya Kecamatan. Sukmajaya kota Depok yang di hadiri oleh ratusan santri, jama’ah Se-Jabodetabek, tokoh masyarakat dan orang tua wisudawan.
Untuk meningkatkan derajat seorang hamba, ungkap Ketua Umum Pimpinan Pusat Hidayatullah itu, pada pidato Ilmiah dihadapan wisudawan, bahwa salah satu kunci dalam menjalankan amanah adalah spritualitas. Di antaranya dengan qiyamullail (bangun shalat malam) dan membaca Al-Qur’an. Jangan sampai putus, tidak shalat tahajjud satu malam pun membuktikan bahwa kita butuh kepada Allah.
Dalam sehari, paling tidak menamatkan satu juz dalam al-Qur’an. Jika sudah demikian Allah pasti akan mengangkat derajatnya sebagai orang berilmu dan Allah akan memberikan rizki yang tidak disangka-sangka tandasnya.
Pegembangannya, Mannan berpesan terkhusus pada puluhan lulusan STIE Hidayatullah, bahwa yang menilai spritual, intelektual, baik dan buruk anda (para wisudawan) adalah masyarakat di mana anda ditugaskan. 
Pada hari yang sama juga diadakan tarhib Ramadhan 1432 H dan penugasan Da’i sarjana STIE ”mewujudkan ramadhan sebagai bulan dakwah dan jihad ” di Masjid Umul Qura’ Kalimulya Depok sekaligus dirangkai pelepasan secara resmi 32 kader da’i yang akan ditugaskan ke berbagai daerah di pulau Jawa, Sumatra, kalimantan, Sulawesi bahkan sampai ke Puluan Maluku.* (YPPHDepok)

Minggu, 10 Juli 2011

Senin, 06 Desember 2010

STIE Hidayatullah Gelar Seminar Kepemimpinan

Potensi untuk menjadi pemimpin tertanam dalam diri setiap manusia

Hidayatullah Depok - Sabtu (4/12) pagi LDK STIE Hidayatullah menggelar seminar Membangun Kepemimpinan bersama Bapak Shohibul Anwar di Aula kampus sekolah tersebut.

Acara ini yang diikuti oleh siswa-siswi SLTP dan SLTA di wilayah kecamatan Cilodong.

Dalam materinya, Anwar menyampaikan bahwa pelajar sampai saat ini belum menyadari dirinya berpotensi sebagai pemimpin, mereka belum disiplin melaksanakan kewajiban sebagai pelajar.

Banyak pelajar mengenakan seragam, namun perilakunya tidak mencerminkan seorang pelajar. Akibatnya mereka juga tidak punya kreativitas yang bisa mengantarkan dirinya menjadi calon pemimpin.

Dalam kesempatan ini juga bapak Iwan Ruswanda, kepala pendidikan sekolah itu menyampaikan bahwa potensi untuk menjadi pemimpin tertanam dalam diri setiap manusia. potensi itu harus di gali dan diwujudkan.

Antusiasme para peserta dalam memberikan pertanyaan dalam sesi tanya jawab menandakan bahwa para pelajar sangat termotivasi dalam kegiatan ini. Insyaallah acara-acara seperti ini akan terus berlanjut dengan materi dan pembicara yang semakin menambah motivasi bagi para pelajar. [admin/pphdepok]

Senin, 04 Oktober 2010

STIE Hidayatullah: Membangun Kader Leader Menyongsong Tegaknya Peradaban Islam


Hidayatullah Depok - Kampus STIE Hidayatullah Depok yang terletak di tengah-tengah Pesantren Hidayatullah Depok mendadak semarak. Pasalnya ratusan mahasiswa berpakaian rapi memenuhi masjid di pagi hari. Ya pagi itu (01/10/10), mereka akan mengikuti kuliah perdana bersama DR. Abdul Mannan, MM.
 
Kuliah perdana tahun ini mengambil tema “Menyiapkan Kader Leader Berwawasan Pembangunan Menyongsong Tegaknya Peradaban Islam”. Tema tersebut sungguh sangat menarik. Hal ini bisa dilihat dari suasana kuliah yang begitu semarak. Hal ini wajar, mengingat satu pekan sebelumnya, seluruh mahasiswa telah mengikuti berbagai macam kegiatan orientasi mahasiswa baru yang syarat dengan nilai-nilai edukasi dan ideologis.

Minggu, 08 Agustus 2010

Wisuda dan Penugasan Da'i Sarjana STIE

Hidayatullah Depok - Pada hari Sabtu tanggal 07 Agustus 2010 pukul 08.00 wib tidak biasanya suasana di Masjid Ummul Quro' Pesantren Hidayatullah begitu ramai dengan Bapak, Ibu, Mahasiswa, santri dan para undangan. Ya, hari itu adalah acara wisuda dan penugasan da'i sarjana STIE Hidayatullah.

Baca Juga!!!